Semoga Yang Disemogakan Tersemogakan
Senin,
5 Juli 2016, yaa benar itu adalah awal dari kisah yang kujalani bersamamu.
Berawal dari sebuah pesan singkat yang ku sampaikan melalui media sosial “tes”
begitulah isi pesannya, sebuah kata yang mungkin tak berarti apa-apa. Namun
berkat kata tersebut, hal itu menjadi awal dari 9 bulan bersama dirimu hingga
saat ini.
Sebelumnya tidak pernah aku berniat
menjalani hubungan dan dapat bertahan sejauh ini menjalani kisah bersama
dirinya, jangankan berniat, bahkan sedikitpun tidak pernah terfikirkan olehku.
Y.R, ya itulah inisial namanya. Yang dapat menarik hati ini, menarik perhatian
ini, dan menjadi warna lebih disetiap hari-hari yang kujalani.
Sebuah kisah yang mungkin bisa
disebut sebagai sebuah kisah lucu, kisah yang berawal sebelum kita bertemu,
kisah yang berawal sebelum kita mengetahui satu sama lain, hanya perasaan yakin
diantara keduanya akan sifat, sikap, kepribadian yang belum diketahui oleh
keduanya. Hahaha lucu yaa. Modalnya hanya yakin kepada Illahi karna Dia-lah
yang mengatur dan menulis skenario ini hingga kita bisa berkirim kabar,
berkomunikasi, dan bertemu.
Setiap hari hingga saat ini,
keyakinan ku masih tetap sama. Berpegang pada prinsip “semua orang itu berbeda,
memiliki sifat yang berbeda, memiliki kepribadian yang berbeda, memiliki watak
yang berbeda, memiliki kebiasaan yang berbeda, dan memiliki selera yang
berbeda” walaupun sulit namun tetap ku berpegang pada prinsipku, walaupun harus
berkorban hati dan fikiran, tapi karna hal itulah yang mampu membuatku bertahan
sejauh ini, dan menerima apapun yang ada dalam dirinya.
Pernah ku berfikir dan bertekad
untuk mundur dalam kisah ini, namun bukanlah sebuah mental seseorang yang
berniat serius jika ku melakukannya. Jujur, terkadang ku berfikir dan sedikit
muak dengan sikap yang selalu diambilnya, tapi lagi dan lagi perasaan ini
mengalahkan semua hal itu, dan ku hanya berfikir dan meyakinkan hatiku, mungkin
belum waktunya dia berubah, dan akan ada dimana waktunya untuk berubah dan
sadar akan semua hal itu. Dan dari situlah aku belajar untuk lebih bersabar dan
lebih yakin dapa dirinya.
Dan pada kesempatan ini, yang ingin
aku sampaikan adalah “aku hanyalah pria biasa, manusia biasa” kepadamu yang kuharapkan menjadi pendampingku kelak.
“Terimakasih
karena telah memilihku diantara ribuan lelaki diluar sana yang siap untuk kau
pilih. Bahkan mungkin mereka jauh lebih baik dariku. Padahal kau begitu tahu,
aku hanya pria biasa, manusia biasa, yang jauh dari sebuah kata “sempurna”.
Karenanya aku ingin kau tahu, aku bukan pria yang sempurna, sungguh begitu
banyak kekuranganku.”
“Maka
ketahuilah, kepadamu yang memilihku. Aku tak sebaik Abu Bakar, bahkan jauh
berkali-kali lipat. Dan akupun tak sebijak Umar bin Khatab, karenanya aku ingin
kau tahu, bahwa aku bisa saja berbuat kesalahan dan begitu membuatmu marah
sewaktu-waktu. Maka ku mohon kepadamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan
marah kepadaku, nasihatilah aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah
penasehatku, dan aku tak akan berani untuk menyakitimu.”
“Kepadamu
yang telah memilihku. Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak tampan rupawan
dimatamu, ada kalanya aku akan terlhat begitu kusam dan jelek. Mungkin karena
aku sibuk dengan aktivitasku, yaitu untuk menyiapkan perbekalan untuk jalan
juang dakwah kita, dan berharap DIA akan membawa kita kepada Ridho-Nya. Maka,
aku akan tampak kotor dan berdebu, atau karena keseharianku yang kelak harus
membenahi istana kecil kita, agar kau dapat tinggal dengan nyaman dan sehat,
serta mungkin aku tidak sempat merawat diri dengan baik untuk bersamamu kelak.”
“Atau
mungkin kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengan keluhan dan
ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu.
Namun saat kau semalam tidur nyenyak, aku selalu memohon pertolongan dan kasih
sayang Allah untukmu. Jadi, jika esok kau mendapatiku begitu letih dan ada
lingkaran hitam dimataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kaulah
kekuatanku yang kedua setelah Allah.”
“Kepadamu
yang akan menjadi pendampingku kelak... ketahuilah, aku tak sesabar Utsman bin
Affan. Ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, atau tak terkontrol,
bukan karena aku membencimu, tapi aku hanya pria biasa. Aku juga butuh tempat
untuk menumpahkan beban hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin
saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan aktivitasmu. Maka
bersabarlah, yang kubutuhkan hanya senyumanmu, karena bagiku kau adalah tetesan
embun yang mampu memadamkan segala resahku..”
“Padamu yang
akan kuharapkan menjadi pendampingku kelak, ketahuilah aku tak secerdas Ali bin
Abi Thalib. Maka jangan pernah bosan untuk menasehatiku ke Arah-Nya.. dan
jangan segan membangunkanku di sepertiga malam ku, untuk bersamamu memunajatkan
pada Kekasih Yang Maha Kasih. Begitu juga, jangan letih mengingatkanku untuk
terus bersamamu menggali pahala dama amalan-amalan sunnah kita”
“Padamu
yang menjadi kekasih hatiku, dari dulu hingga sekarang dan berharap untuk
selamanya, ada satu hal yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus
bertambah dan kian membucah, yaitu rasa cintaku padamu, yaaa cinta karena-Nya.
Maka cintailah aku karena-Nya pula, dengan apa adanya diriku. Jangan berharap
aku menjadi pria yang sempurna”
“Maafkan
aku, karena aku bukanlah seperti para Sahabat Rasulullah. Dan aku hanya pria
biasa, maka pegang tanganku dan aku akan berusaha untuk selalu menggenggamu ke
Jannah-Nya, agar kau dan aku tetap bersatu bukan hanya didunia, namun akan
tetap bersama selamanya dikehidupan akhirat kelak”

Masya allah..
BalasHapusSangat memotivasi😊
Aminnn ya allah.. Semoga dan semoga bermanfaat.
BalasHapusIni kisah nyata atau bukan
BalasHapusSemoga yang di semogakan tersemogakan Aamiin.
BalasHapusHarrah's Philadelphia Casino & Racetrack - Mapyro
BalasHapusHarrah's Philadelphia Casino & Racetrack, Philadelphia 김천 출장마사지 · Address: 777 Casino 강원도 출장샵 Dr, 충청북도 출장샵 Philadelphia, 논산 출장마사지 PA 50216 · Check-in Time: 6:00 PM 삼척 출장샵 · Check-out Time: 11:00 AM